Opinimalut– Kerja sama internasional terus didorong untuk memperkuat kesejahteraan nelayan sekaligus menjaga kelestarian ekosistem laut termasuk di provinsi Maluku Utara.
Terkait hal ini, Pemerintah Jepang bersama Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) mendukung Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan menghadirkan solusi teknologi hijau bagi masyarakat pesisir di Pulau Morotai, Maluku Utara.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui proyek Strengthening Livelihood of Small-Scale Fishers and Promoting Sustainable Local Economic Development through the Blue Economy atau seaBLUE.
Program ini bertujuan membantu nelayan skala kecil menghadapi dampak perubahan iklim, meningkatkan pendapatan, serta mendorong pembangunan ekonomi pesisir yang berkelanjutan.
Kepala Perwakilan UNDP Indonesia, Sara Ferrer Olivella, mengatakan proyek seaBLUE menjadi contoh bagaimana kemitraan internasional dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat pesisir.
Melalui program ini, sejumlah teknologi ramah lingkungan diperkenalkan kepada nelayan. Di antaranya perahu penangkap ikan bertenaga surya serta sistem penyimpanan dingin tenaga surya yang telah dipasang di 17 lokasi di Morotai.
Teknologi tersebut membantu mengurangi kerusakan hasil tangkapan, menekan biaya operasional, dan meningkatkan kualitas ikan.
Selain itu, proyek ini juga memperkuat tata kelola perikanan dengan mendaftarkan 230 kapal nelayan ke dalam Sistem Informasi Izin Kapal Daerah (Simkada).
Program seaBLUE juga disertai pelatihan dan pendampingan bagi masyarakat pesisir guna meningkatkan produktivitas serta ketahanan ekonomi nelayan dalam jangka panjang.



Saat ini belum ada komentar