Breaking News
light_mode

Perjanjian Dagang RI-AS, Bahlil Janji Tidak Ada Ekspor Bahan Mentah ke AS

OpiniMalut – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan Indonesia tidak mengekspor mineral mentah ke Amerika Serikat (AS). Kerja sama dengan AS terkait mineral kritis ini hanya dalam bentuk kerja sama dalam pengembangan di sektor tersebut.

Ini menyusul adanya kesepakatan dagang terkait tarif resiprokal atau Agreements on Reciprocal Trade (ART) yang diteken Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (19/2) pagi waktu AS.

“Jadi jangan diartikan bahwa kita akan membuka ekspor barang mentah. Enggak. Yang dimaksudkan di sini adalah, mereka setelah melakukan pemurnian, kemudian hasilnya bisa diekspor. Biar clear nih, biar tidak ada salah interpretasi,” ujar Bahlil dalam konferensi pers terkait Implementasi Teknis Sektor ESDM Pasca Perjanjian Perdagangan Timbal Balik Indonesia dan Amerika Serikat yang dipantau di YouTube Kementerian ESDM, Jumat (20/2/2026).

Dalam kesepakatan tersebut, Bahlil bilang pemerintah akan memberikan prioritas dan kemudahan bagi perusahaan AS untuk berinvestasi di Indonesia. Investasi itu adalah membangun smelter.

“Kami telah bersepakat untuk memfasilitasi bagi pengusaha-pengusaha Amerika Serikat untuk melakukan investasi dengan tetap menghargai aturan-aturan yang berlaku di negara kita,” terang Bahlil.

“Tapi kita juga akan memberikan prioritas untuk mendukung, memfasilitasi dalam rangka eksekusi. Termasuk dalamnya ada investasinya. Jadi ini bisa bersama-sama. Jadi katakanlah mereka membangun smelter di Indonesia untuk nikel, kita akan dorong, kita akan kasih ruang yang sebesar-besarnya, sama juga dengan negara lain,” sambungnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia sangat terbuka untuk bekerja sama dengan AS dalam pengelolaan sektor mineral kritis.

“Mineral kritis kita sudah sebutkan bahwa itu adalah terkait dengan industrial mineral, artinya ada secondary process dan Indonesia terbuka untuk kerjasama investasi maupun teknologi baik critical mineral maupun rare earth,” ujar Airlangga konferensi pers terkait Penandatanganan Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia-Amerika Serikat (AS) pada Jumat (20/2/2026).

  • Penulis: Admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less