Tata Kelola Ketahanan Pangan Halut Dievaluasi BPKP Malut
- calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

BPKP Evaluasi Tata Kelola Ketahanan Pangan Halut
Opinimalut — Tata kelola ketahanan pangan di Kabupaten Halmahera Utara kembali dievaluasi Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara.
Evaluasi ini diarahkan untuk memastikan pengelolaan program ketahanan pangan di daerah berjalan efektif serta didukung data dan informasi yang memadai.
Evaluasi tersebut dilanjutkan melalui entry meeting yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Lantai II Kantor Bupati Halmahera Utara, Rabu (19/8/2026).
Pertemuan dibuka oleh Asisten I Setda Halmahera Utara dan dihadiri sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait bersama Tim Evaluasi BPKP Perwakilan Provinsi Maluku Utara.
Dalam pertemuan itu, Tim BPKP menyampaikan bahwa proses evaluasi masih berlangsung sesuai tahapan yang telah ditetapkan.
Sejumlah perangkat daerah terkait diminta segera melengkapi dan menyerahkan data pendukung yang dibutuhkan, khususnya berkaitan dengan SHSC dan CPPD.
Pemkab Halmahera Utara juga diminta memberikan dukungan penuh dengan memastikan seluruh data dan informasi yang diperlukan tim evaluasi dapat tersedia secara lengkap.
Kelengkapan data dinilai penting untuk membantu tim memperoleh gambaran objektif mengenai tata kelola ketahanan pangan di Kabupaten Halmahera Utara.
Data tersebut juga menjadi bagian penting dalam memastikan proses evaluasi berjalan efektif dan sesuai sasaran.
Hasil evaluasi pada setiap tahapan nantinya akan digunakan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan maupun kelemahan dalam tata kelola ketahanan pangan.
Temuan tersebut selanjutnya menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi perbaikan.
Koordinasi antara Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara, Pemkab Halmahera Utara dan perangkat daerah terkait akan terus dilakukan hingga seluruh kebutuhan data dan informasi terpenuhi.
Melalui evaluasi tersebut, tata kelola ketahanan pangan di Halmahera Utara diharapkan semakin kuat dan efektif, sehingga mampu mendukung ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.
- Penulis: Radly
- Editor: Red-022






Saat ini belum ada komentar