Gubernur Sherly: Fatayat NU Mitra Strategis Penguatan Ekonomi Inklusif Maluku Utara
- calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

TERNATE – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan bahwa Pengurus Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) merupakan mitra strategis Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam mendorong terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan. Melalui kekuatan organisasi perempuan muda, Fatayat NU diharapkan mampu mengambil peran dalam pemberdayaan ekonomi keluarga, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri Pelantikan Pengurus Wilayah Fatayat NU Provinsi Maluku Utara dan Seminar Nasional yang berlangsung di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Ternate, Kamis (16/7/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur mengungkapkan bahwa Maluku Utara saat ini mencatat pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Namun demikian, menurutnya, tantangan terbesar yang masih dihadapi pemerintah adalah memastikan manfaat pertumbuhan tersebut dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Maluku Utara memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Namun, tantangan kita adalah bagaimana pertumbuhan tersebut menjadi lebih inklusif. Ini merupakan pekerjaan rumah yang harus kita kerjakan bersama,” ujar Gubernur.
Karena itu, Gubernur mengajak Fatayat NU untuk menjadi bagian dari solusi melalui penguatan ekonomi perempuan, peningkatan kapasitas pelaku UMKM, serta pemberdayaan keluarga sebagai fondasi pembangunan daerah.
Menurutnya, perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam membangun ketahanan keluarga sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat. Ketika perempuan memiliki kapasitas, kemandirian ekonomi, dan nilai-nilai keagamaan yang kuat, maka dampaknya akan dirasakan hingga pada pembangunan daerah.
“Saya percaya sebuah daerah tidak mungkin lebih kuat daripada kekuatan keluarganya. Ketika perempuan kuat secara karakter dan juga mandiri secara ekonomi, maka keluarga akan semakin kokoh. Dari keluarga yang kuat akan lahir desa, kabupaten, provinsi, hingga negara yang kuat,” katanya.
Gubernur juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Maluku Utara membuka ruang kolaborasi dengan Fatayat NU melalui berbagai program pemberdayaan yang telah dijalankan pemerintah. Program tersebut meliputi peningkatan kapasitas pelaku UMKM, penguatan koperasi, pencegahan stunting, peningkatan ekonomi keluarga, hingga perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha.
Sebagai bagian dari upaya memperluas akses permodalan, Gubernur menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong pemanfaatan pembiayaan usaha melalui Program Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar yang kini memberikan bunga pinjaman yang lebih ringan dibandingkan sebelumnya. Program tersebut diharapkan semakin memperkuat pelaku usaha perempuan, khususnya di sektor usaha mikro.
“Kami siap berkolaborasi dengan Fatayat NU. Potensi organisasi ini sangat besar, anggotanya didominasi perempuan muda yang produktif dan memiliki semangat tinggi. Potensi ini perlu kita optimalkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat Maluku Utara,” tegasnya.
Gubernur juga mengucapkan selamat kepada Ketua dan seluruh jajaran Pengurus Wilayah Fatayat NU Provinsi Maluku Utara yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan yang baru mampu menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi pemberdayaan perempuan, pengembangan UMKM, dan peningkatan kesejahteraan keluarga.
Pelantikan Pengurus Wilayah Fatayat NU Maluku Utara dilakukan oleh Ketua Umum PP Fatayat NU, Hj. Dewi Winarti, M.Pd., yang melantik Mardiah Z. Hanafi, S.Pd., Gr., sebagai Ketua PW Fatayat NU Maluku Utara beserta jajaran pengurus.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Seminar Nasional bertema “Memperkuat Peran Fatayat NU Malut dalam Mewujudkan Koperasi Perempuan yang Sehat, Mandiri, dan Berkontribusi pada Ekonomi Kerakyatan Sesuai Program Pembangunan Koperasi Nasional” dengan keynote speech dari Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Hj. Farida Faricha.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Ketua Tanfidziyah PWNU Maluku Utara, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, Ketua PW Muslimat NU Maluku Utara, perwakilan Universitas Hasanuddin, jajaran perangkat daerah terkait, pelaku UMKM, pengurus Koperasi Merah Putih, serta para tamu undangan.
- Penulis: Admin1

Saat ini belum ada komentar