Peringati HAN ke-42, Pemprov Malut Perkuat Komitmen Perlindungan Anak
- calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

SOFIFI – Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak. Komitmen tersebut ditegaskan dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 tingkat Provinsi Maluku Utara yang dibuka oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, di SD Negeri 02 Guraping, Kamis (23/7/2026).
Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, peringatan HAN menjadi momentum untuk mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak anak sebagai bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Maluku Utara.
Saat membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Wakil Gubernur menegaskan bahwa Hari Anak Nasional bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, memperoleh perlindungan, serta berpartisipasi sesuai dengan usia dan tingkat kematangannya.
“Anak bukan hanya menjadi objek pembangunan, melainkan juga subjek pembangunan yang memiliki hak untuk berpartisipasi sesuai dengan usia dan tingkat kematangannya,” ujar Sarbin.
Menurutnya, pemenuhan hak anak membutuhkan komitmen dan keterlibatan seluruh pihak agar setiap anak Indonesia, termasuk anak-anak Maluku Utara, dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, inklusif, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan maupun diskriminasi.

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Ke-42 Tahun 2026 Tingkat Provinsi Maluku Utara
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Maluku Utara, Hairia, mengatakan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat dilaksanakan oleh pemerintah semata.
“Perlindungan anak tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi dan gotong royong seluruh elemen bangsa, dimulai dari keluarga sebagai pelindung pertama dan utama, satuan pendidikan, masyarakat, dunia usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama dan tokoh adat, akademisi, hingga pemerintah pusat dan daerah,” katanya.
Ia menambahkan, kolaborasi tersebut diperlukan untuk memastikan setiap anak terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi, penelantaran, diskriminasi, perundungan, maupun ancaman di ruang digital.
Usai membuka kegiatan, Wakil Gubernur didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Utara, Kepala DP3A, dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Maluku Utara meninjau berbagai kegiatan yang diikuti para siswa. Beragam permainan tradisional seperti kasti, cenge-cenge, dan lompat tali menjadi bagian dari peringatan HAN sebagai upaya mendorong anak-anak aktif berinteraksi, memperkuat kebersamaan, sekaligus melestarikan permainan tradisional.
Kegiatan tersebut disambut antusias para peserta. Salah seorang siswa, Imran (9), mengaku senang dapat mengikuti berbagai perlombaan bersama teman-temannya.
“Kegiatan seperti ini membuat kami lebih percaya diri, bisa belajar bekerja sama, dan menjadi motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik tanpa smartphone,” ungkapnya.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional ke-42, Pemerintah Provinsi Maluku Utara menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan lingkungan yang ramah anak. Upaya tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi Maluku Utara yang sehat, cerdas, berkarakter, kreatif, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
- Penulis: Admin1

Saat ini belum ada komentar