Tahun Ajaran Baru Dimulai, Pemprov Malut Ajak Orang Tua Dampingi Anak di Hari Pertama Sekolah
- calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

SOFIFI – Menjelang dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026/2027 pada Senin (6/7), Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengajak seluruh orang tua untuk meluangkan waktu mengantar putra-putrinya pada hari pertama masuk sekolah. Pemerintah menilai kehadiran orang tua pada momen tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan dukungan emosional kepada anak saat memulai lingkungan belajar yang baru.
Sebagai bentuk dukungan terhadap ajakan tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku Utara memberikan fleksibilitas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang putra-putrinya memasuki jenjang pendidikan baru. ASN dapat memanfaatkan fitur Izin Datang Terlambat pada aplikasi absensi daring sehingga tetap dapat mendampingi anak pada hari pertama sekolah tanpa mengabaikan kewajiban kedinasan.
Informasi tersebut disampaikan melalui pemberitahuan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Maluku Utara kepada seluruh perangkat daerah sebagai tindak lanjut atas arahan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos.
Dalam pesan videonya kepada masyarakat, Gubernur Sherly mengajak seluruh orang tua untuk menjadikan hari pertama sekolah sebagai momen berharga yang tidak dilewatkan.
“Hari pertama sekolah bukan hanya tentang seragam, tas baru, atau ruang kelas baru. Tetapi tentang langkah kecil seorang anak memasuki dunia yang besar. Di langkah pertama ini mereka butuh melihat wajah yang paling mereka percaya, yaitu ayah dan ibunya,” ujar Gubernur.
Menurut Gubernur, kehadiran orang tua pada hari pertama sekolah memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar mengantar anak hingga gerbang sekolah. Kehadiran tersebut merupakan bentuk dukungan dan rasa percaya yang akan membangun keberanian anak dalam memasuki lingkungan belajar yang baru.
“Bagi anak, diantar orang tua bukan sekadar ditemani sampai gerbang sekolah. Ini adalah pesan bahwa kamu tidak sendiri, kami percaya kamu bisa melangkah, dan masa depanmu kami doakan,” katanya.
Karena itu, Gubernur mengajak seluruh keluarga di Maluku Utara untuk meluangkan waktu mendampingi anak-anak mereka pada hari pertama sekolah.
“Saya mengajak seluruh orang tua di Maluku Utara untuk meluangkan waktu mengantar putra-putrinya di hari pertama sekolah. Mari kita dukung gerakan ayah mengantar anak di hari pertama sekolah,” ajaknya.
Khusus kepada ASN dan pegawai Pemerintah Provinsi Maluku Utara yang anaknya memulai jenjang pendidikan baru, Gubernur memberikan dispensasi keterlambatan masuk kerja agar dapat mendampingi anak terlebih dahulu sebelum menjalankan tugas pemerintahan.
“Kepada seluruh ASN dan pegawai Pemerintah Provinsi Maluku Utara yang putra-putrinya memulai jenjang pendidikan baru, saya memberikan izin untuk telat pada hari Senin, 6 Juli 2026, sehingga Bapak dan Ibu bisa mengantar anak-anaknya di hari pertama sekolah,” ujar Gubernur.
Meski demikian, Gubernur mengingatkan bahwa kesempatan tersebut bukan sekadar dispensasi kepegawaian, melainkan bentuk penghargaan terhadap momen penting dalam kehidupan seorang anak.
“Pekerjaan penting, tanggung jawab besar. Tetapi ada momen dalam kehidupan anak yang tidak bisa diulang. Anak-anak mungkin akan lupa isi pelajaran hari pertama, mereka mungkin lupa siapa teman sebangkunya, tetapi mereka akan selalu mengingat siapa yang menggenggam tangannya saat ia mulai berani melangkah,” ungkapnya.
Mengakhiri pesannya, Gubernur Sherly menyampaikan doa dan harapan kepada seluruh peserta didik yang memulai tahun ajaran baru agar terus belajar dengan penuh semangat serta berani menggapai cita-cita.
“Selamat memasuki tahun ajaran baru anak-anakku. Belajarlah dengan hati yang berani, bermimpilah setinggi langit Maluku Utara, karena masa depan besar selalu dimulai dari langkah kecil, dan langkah itu menjadi lebih kuat ketika orang tua hadir di samping anaknya. Jangan hanya antar anak ke sekolah, antarkan mereka menuju masa depan,” tutup Gubernur.
Melalui ajakan tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap momentum hari pertama sekolah tidak hanya menjadi awal proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga memperkuat keterlibatan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak. Kehadiran orang tua sejak langkah pertama diyakini menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan diri, semangat belajar, dan karakter generasi masa depan Maluku Utara.
- Penulis: Admin1

Saat ini belum ada komentar